Web Analytics
Cara Dan Resiko Kabur Dari Pinjaman Online Untuk Kamu Yang Gagal Bayar Cicilan - Bahatibooks

Cara Dan Resiko Kabur Dari Pinjaman Online Untuk Kamu Yang Gagal Bayar Cicilan

resiko kabur dari pinjaman online
Sesuai dengan judul postingan, kami berharap kamu tau Resiko kabur dari pinjaman online, sehingga mengurungkan niat jika ingin melakukanya. Di kutip dari beberapa sosial media keluhan netizen banyak peminjam yang hampir 2 tahun tidak membayar pinjamannya. Namun sepanjang tahun bahkan hingga bulan ini 2020 ia masih saja dihubungi untuk ditagih terus menerus.

Kabur dari pinjaman online

Banyak orang lebih memilih pinjaman online karena prosesnya yang mudah cepat. Serta tidak adanya agunan ataupun jaminan yang dipersyaratkan dalam perjanjian. Dengan begitu para pelaku pinjol bisa menjangkau hingga kalayak luas.

Pinjol tidak meminta jaminan fisik semisal BPKB, surat atau barang berharga lainya memang bukan. Melainkan mereka meminta jaminan dalam bentuk lain. Jaminan tersebut ialah data diri kamu.

Sebelum proses pinjaman diterima, terlebih dahulu mereka melakukan perhitungan Scoring kredit dari data yang kamu berikan. Apakah valid dan bisa diterima atau tidak. Mereka lebih memilih menggunakan data pribadi digitalmu sebagai jaminan reputasi. Ini merupakan pengganti dari jaminan fisik seperti layaknya pinjaman di bank.

Disisi lain kamu memang bisa kabur dari pinjaman online jika kamu tidak mempedulikan reputasi digitalmu. Nah biasanya para peminjam menghilang untuk beberapa waktu lamanya (3 sampai 12 bulan mungkin), pastikan tidak ada orang yang tau keberadaanmu.

Jika pinjol tempatmu meminjam adalah pinjaman online legal yang terdaftar di OJK, pinjamanmu bisa saja dianggap hangus. tetapi apabila pinjol tersebut adalah ilegal, maka kemungkinannya yang terjadi. Mereka melupakan hutangmu namun sangat jarang terjadi atau terus mengejarmu sampai hutangmu terbayar atau sampai mereka lelah melakukannya.

Cara kabur dari pinjaman online ilegal secara efektif

Hal yang terus saja meneror kamu sering menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat saat ini. Walaupun hal ini tidak bisa langsung membuat kamu lolos dari pinjaman online dan lepas dari tanggung jawab kamu. Beberapa tips yang bisa kamu gunakan jika penagihan pinjaman online ilegal sudah melebihi batas wajar.

Disaat kamu memutuskan untuk melakukan peminjaman secara online namun karena suatu hal kamu tidak bisa membayar pinjaman tersebut, maka ada resiko yang harus kamu hadapi. Yang sebenernya jangan sampai kamu terjebak oleh incestasi botong.

Berikut dibawah adalah cara agar kamu tidak bisa di lacak oleh pinjaman online dan data di hp kamu aman agar tidak terakses oleh pihak pinjaman online:

Langsung saja menuju ke Settings/Pengaturan

>>Pilih aplikasi

>>Kemudian cari aplikasi pinjaman online yang ada di hp Anda

>>Klik perizinan

>>Lalu non-aktifkan semuanya:

Untuk tambahan saja jika kamu ragu maka silakan lakukan :

  • Mengganti nomor SIM card.
  • Mengganti nomor WhatsApp dan akun sosial media lainya, yang terhubung dengan no SIM.
  • Hindari penggunan GPS.

Ini adalah sekedar saran keefektifanya tidak ada jaminan apapun tapi silahkan jika ingin menjobanya. Atau pengaturan settingan aplikasi lebih baik mengguunakan 2 hp sekaligus.

Apa Resiko Kabur Dari Pinjaman Online?

Sebaiknya anda tidak harus cepat-cepat menyerah untuk tidak lagi membayar cicilan pinjamanmu dan sebelum membulatkan tekad untuk kabur dari pinjol. Maka ketahui dulu resiko kabur dari pinjaman online sebagai pertimbangan matang-matang keputusan apa yang akan kamu ambil. Inilah resiko yang mungkin timbul jika kamu kabur dari pinjol :

  1. Yang pertama jelas Dosa dan karma. Apapun keyakinnanmu kabur dari tangung jawab untuk membayar hutang sama saja dengan kategori maling. Ini sudah jelas di larang diagama apapun.
  2. Namu kamu akan masuk daftar hitam. Jika tidak membayar pinjaman online yang kamu pinjam secara tuntas, nama kamu akan menjadi buruk. Ini akan tercatat di SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), Pusdafil (Pusat Data Fintech Lending hingga daftar hitam di BI Checking. Akibatnya kedepanya kamu akan kesulitan dalam mengajukan pinjaman di Fintech atau lembaga keuangan apapun. Bahkan tidak akan disetujui dalam proses KPR, pengajuan cicilan kendaraan roda 2 maupun roda 4 sampai kartu kredit BANK.
  3. Menyebabkan depresi tidak tenang. Sepengalaman kami dari data yang terkumpul, mungkin ini akan terjadi jika kamu meminjam dari Fintech ilegal. Perusahaan yang tidak memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku secar resmi, yang ada adalah Money Oriented Procedure yaitu prosedur apa saja asalkan menghasilkan keuntungan bagi pemodal. Sangat mengerikan, lebih semacam rentenir atau lintah darat.
  4. Data pribadi kita akan dijadikan sebagai bahan terror. Data yang anda berikan sebagai pinjaman digunakan Debt Collector untuk meneror keluarga anda, teman dekan, bahkan tetangga sekitar dengan tujuan anda membayar lunsa cicilan. Atau ada keluarga kamu yang mau melunasinya.

Namun menurut admin hal yang paling fatal adalah daftar hitam di BI Checking. Ini menjadikan anda sulit sekali mencari pinjaman modal jika suatu saat anda ingin mengembangkan usaha. Sehingga secara financial anda akan sulit mapan dikarenakan ruang gerak anda dibatasi.

BACA JUGA:

Solusi tidak bisa bayar pinjaman online

Jika kamu benar-benar dalam kesulitan keuangan sehingga tidak memungkinkan membayar cicilan pinjol. Dan kamu sudah berusaha kesana kemari untuk membayarnya termasuk meminta keringanan restrukturisasi pinjaman dan pengurangan bunga. Akan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan.  Kamu sudah sampai di ujung perjuangan untuk masalah pembayaranya, maka saran terakhir adalah pasrah dan terus berdoa.

Apabila kamu meminjam di pinjol legal yang terdaftar di OJK, kamu tidak akan ditagih setelah lewat 3 bulan jatuh tempo. Tetapi jika kamu meminjam dari pinjol ilegal, lebih baik terus berdoa dan berusaha. Nah diatas ialah konsekuensinya apabila kamu siap menerima resiko kabur dari pinjaman online yang sudah disebutkan diatas.

Jadi, apabila memang ingin mengajukan kredit pinjaman di perusahaan fintech online, pastikan finansial kamu punya kemampuan mengembalikkan pinjaman tersebut. Jangan mudah tergiur oleh proses pinjaman yang mudah dan cepat.

Nasabah tidak memperhitungkan mampu atau tidaknya kedepanya mengembalikkan pinjaman. Yang pada akhirnya berujung pada proses penagihan yang tidak menyenangkan untuk diri sendiri bahkah orang disekitar.

Hindari mengambil pinjaman online baru

Dikarena kamu masih memiliki pinjaman yang belom lunas, maka  keinginan apapun itu yang tidak penting seperti berbelanja baju, sepatu, dan tas wajib dihindari. Belajar hidup hemat  karena masih memiliki tanggung jawab untuk melunasi pinjaman tersebut. Kurangi pengeluaran yang tidak perlu secara berlebihan dan utamakan membayar tagihan pinjaman online.

Apabila gaji kamu masihdirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan dan membayar angsurannya. Tambah penghasilan dengan cara mencari pekerjaan sampingan apapun itu adalah solusinya. Jangan menyerah dan memulainya dari nol. Anda bisa menjadi penulis lepas, berjualan online, terima jasa sesuai kemampuan dan lainnya.

Jangan pernah kamu memendam masalah ini sendirian. Tidak ada salahnya kamu menceritakan hal ini kepada keluarga terdekat untuk mendapatkan solusinya terbaik. Karena kemungkinan besar akan ada pihak keluarga kamu yang masih peduli dan mau membantu.

Hindari kebiasaan yang sama yaitu tutup gali lubang tanpa henti. Sebab melunasi utang dengan cara seperti ini malah akan membuat permasalahan baru dan tidak cepat selesai. Sehingga meski utang lama lunas masih saja ada tagihan yang harus dilunasi. Karena uang pelunasannya tersebut didapatkan dari hasil pinjaman online baru.

Beberapa akibat yang sering terjadi di lapangan saat seseorang melakukan pinjaman online baru untuk melunasi pinol yang lama. Adalah emosinya menjadi tidak terkontrol mudah marah karena stres berat. Bahkan lebih buruknya lagi banyak beredar kabar tentang pelaku pinjol yang stres berat karena jeratan pinjaman online menumpuk hingga berakhir dengan cara yang salah.

Tinggalkan komentar